Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2009

Apa Itu Fiber Optik ?

Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.

Bagian-bagian fiber optik

fo1.jpg

Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

Jenis Fiber Optik

1. Single-mode fibers
Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)
fo2.jpg

2. Multi-mode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)

fo3.jpg

Cara Kerja Fiber Optik

fo4.jpg

Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.

Keuntungan Fiber Optik

Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
Kapasitas lebih besar.
Sinyal degradasi lebih kecil.
Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
Fleksibel.
Sinyal digital.

Bagaimana Fiber Optik Dibuat

Making a preform glass cylinder

Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).
Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.
SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.
Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.

fo5.jpg

Drawing the fiber from the preform

Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.
Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.
Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.
Dilakukan proses coating dan UV Curing.

fo6.jpg

Testing the Finished Optical Fiber

Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
Information carrying capacity : bandwith
Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
Operating temperature

Kabel Optik Yang Sering Digunakan

Distribution Cable

fo7.jpg

Indoor/Outdoor Tight Buffer

fo8.jpg

Indoor/Outdoor Breakout Cable

fo9.jpg

Aerial Cable/Self-Supporting

fo10.jpg

Hybrid & Composite Cable

fo121.jpg

Armored Cable

fo12.jpg

Low Smoke Zero Halogen (LSZH)

fo13.jpg

Sumber : WISNU HARYA PUTRA (http://web.si.its-sby.edu)

Selengkapnya...

Cara Membobol Password dan Solusi Menangkalnya

Salah satu cara hacker menembus account kita adalah dengan cara menebak password. Hacker menggunakan script yang dapat memasukkan puluhan password tiap detik untuk mencoba masuk ke dalam account kita.

Cara hacker menebak password kita antara lain dengan:

  1. Brute force attack, yaitu dengan mencoba semua kombinasi, mulai dari aaaa sampai zzzz, sampai beberapa karakter.
  2. Dictionary attack, yaitu dengan menebak menggunakan kata-kata dalam kamus, dan dikombinasikan dengan angka-angka atau karakter.
  3. Personal information attack, dengan cara memasukkan data-data pribadi seperti nomor telepon, tanggal lahir, nama pacar, kode pos, dan sebagainya.

Password yang sangat lemah akan sangat mudah dibobol hacker dengan cara ini. Contoh password yang sangat lemah misalnya:

  • 123456, qwerty, asdf, ini karena mudah sekali orang mengetik kombinasi ini di keyboard.
  • password, mypassword, dan lain-lain yang menggunakan kata-kata dalam kamus (semua bahasa).
  • tanggal lahir, nama pacar, dan lainnya yang merupakan data diri orang tersebut.

Password yang lemah, bisa dibobol dalam waktu yang lebih cepat, misalnya:

  • menggunakan semua huruf kecil.
  • menggunakan kombinasi kata dan angka, misalnya buku10, teroris80.
  • mengganti huruf dengan karakter, misalnya c1nt@

Bagaimana password yang kuat dan sulit ditembus hacker?

  1. Merupakan kombinasi dari huruf besar, huruf kecil, nomor, dan karakter.
  2. Panjang lebih dari 10 karakter.
  3. Tidak menyertakan kata-kata dalam kamus.

Password yang kuat harus mudah diingat oleh pemiliknya.

Contoh password yang kuat: 1mAu$100Ribu

Cara mengingatnya:

  • 1 = kata “saya” diterjemahkan dalam bahasa Inggris (I).
  • mAu = mau
  • $ = uang
  • 100Ribu = 100 ribu

Contoh password kuat yang lain: ninG->0+1Gul

Cara mengingatnya:

  • ninG = misalnya nama orang sepesial buat Anda: Naning
  • -> = panah identik dengan adalah
  • 0+ = lambang cewek
  • 1 =berarti nomor satu atau paling
  • Gul = gula itu manis

Beberapa tips:

  1. Jangan menggunakan password yang sama untuk berbagai macam layanan, misalnya password email Anda sama dengan password friendster. Ini berarti:
    • seseorang yang dapat menjebol password friendster Anda, bisa juga menjebol password email Anda. Sementara di mata hacker menjebol password friendster lebih mudah daripada menjebol email Yahoo.
    • admin atau “orang dalam” friendster tahu password Anda, dia juga bisa memasukkan password tersebut ke email Anda.
  2. Jangan mengklik link di email yang menyatakan Anda harus memverifikasi password Anda. Email ini dikirim oleh hacker.
  3. Jangan memasukkan password disitus selain yang memberikan layanan. Misalnya jangan memasukkan password yahoo di situs friendster untuk alasan apapun (misalnya import address book).
  4. Sebelum login ke email atau yang lain, pastikan URL di browser Anda benar. Misalnya mail.yahoo.com bukan mail.yahoo-ltd.com atau yahoo-verify.com atau yang lain.
  5. Untuk rekening online seperti e-gold, klik BCA, paypal, sebaiknya Anda tidak mengetik password Anda lewat keyboard (karena hacker bisa membaca keyboard Anda dengan program keylogger). Gunakan On Screen Keyboard, Charakter Map, atau copy paste dari huruf acak.

Okey begitulah tips-tips agar password kita sulit dibobol hacker. Semoga dengan tips ini account kita aman dan terhindar dari kebobolan.

Penulis: Oka Mahendra

Selengkapnya...

Bikin Sentral Telepon VoIP dengan Briker IPPBX

Tanpa harus melalui jaringan perusahaan komunikasi tertentu, kita dapat membangun sendiri infra struktur komunikasi suara dengan perantaraan internet. Sentral telepon atau PABX yang diperlukan dapat kita rakit dari PC tua sekelas prosesor Intel Pentium 4 generasi awal.

Lagi-lagi, kita akan kembali menggandeng Pinguin lucu, Linux untuk melaksanakan fungsi sebagai perangkat lunak server VoIP. Distro Linux bernama Briker IPPBX hasil karya putera negeri, yaitu Anton Raharja kita pilih mengigat konfigurasinya cukup mudah dan menggunakan antar muka (interface) grafis. Terimakasih dan salut kami ucapkan untuk Anton Raharja.

Briker IPPBX sampai dengan saat artikel ini ditulis telah mencapai rilis 2.0 dengan codename OWP (Onno W. Purbo). Sebelumnya, rilis 1.0 diberi sandi Azzelia (nama puteri Anton Raharja). Silakan kunjungi situs resmi Briker IPPBX di alamat www.briker.org dan download file ISO Briker IPPBX dari situs tersebut.
Membuat CD Installer Briker IPPBX

Sekilas, membuat server VoIP terdengar sebagai kerjaannya para geek. Tapi, dengan Briker IPPBX, dan mengikuti paparan kami, Anda akan merasakan betapa mudahnya pekerjaan ini. Briker IPPBX juga dibuat berbasis distro Linux Debian yang telah melahirkan distro Ubuntu dan Knoppix. Siapa tak kenal dengan Ubuntu yang terkenal sangat user friendly dan powerfull itu?

Setelah file ISO di-download, silakan bakar (burn) file ISO tersebut ke dalam CD. Tujuannya, agar dapat di-booting dari CDROM untuk proses instalasi Briker IPPBX ke dalam harddisk. Untuk membakar file ISO Briker IPPBX, Anda dapat menggunakan program Nero (Windows), K3B (Linux), atau Brasero (Linux Ubuntu 4.10) dan memilih opsi Burn Image to Disk.

Pengubahan Prioritas Booting Komputer

Segera, setelah proses burning ISO selesai, kita akan menginstal Briker IPPBX ke dalam harddsik. Perlu Anda perhatikan, bahwa Briker IPPBX akan langsung memformat bersih harddisk Anda. Oleh karena itu, jangan menginstal Briker IPPBX pada harddisk yang berisi partisi atau data-data penting Anda.

Sebelum memulai instalasi, ubah dahulu prioritas urutan booting komputer yang semula dari harddisk hda0 (ATA) atau sda0 (SATA) menjadi booting dari CDROM. Caranya, sesaat setelah komputer melakukan booting, tekanlah berkali-kali tombol Delete pada keyboard untuk masuk ke dalam konfigurasi BIOS (Basic Input-Output System). Tombol ini dapat berbeda-beda untuk masing-masing produsen motherboard komputer. Maka, kami sarankan untuk melihat kembali buku manual motherboard PC Anda.

Secara umum, konfigurasi prioritas urutan booting ada pada bagian Anvanced Settings atau tab Boot. Masuklah ke bagian tersebut, lalu ubahlah prioritas booting dari CDROM berada pada urutan pertama (First boot). Setelah itu, simpan konfigurasi ini dengan masuk ke bagian Exit dan pilih Exit and Save Settings.

Proses Instalasi Briker IPPBX


Tibalah saatnya kita menginstal Briker IPPBX ke dalam harddisk yang tidak berisi partisi atau data penting. Sekali lagi, kami mengingatkan hal ini, agar Anda tidak melakukan kesalahan fatal dan kehilangan aset data penting.

1. Masukkan CD berisi Briker IPPBX ke dalam CDROM, maka PC akan segera booting dari CDROM. Jika tampil pilihan boot, ketikkan “install” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter.

2. Installer akan melakukan pengecekan terhadap kondisi CD installer Briker IPPBX.

3. Selanjutnya, modul-modul instalasi akan dimuat atau di-load.

4. Proses pembuatan partisi untuk sistem Briker IPPBX akan segera dilaksanakan, disusul dengan proses pemformatan partisi sistem tersebut.

5. Instalasi paket-paket aplikasi diawali dengan instalasi sistem dasar.

6. GRUBS (Grand Unified Bootloader) untuk manajemen proses booting Briker IPPBX akan diinstal.

7. Proses finalisasi instalasi akan menutup proses instalasi.

Konfigurasi Awal Sistem dan Jaringan

Setelah proses instalasi Briker IPPBX selesai, keluarkanlah CD installer Briker IPPBX dari CDROM. Pada pilihan booting, ketikkan “harddisk” (tanpa tanda kutip) untuk booting dari harddisk, lalu tekan tombol Enter.

Selama proses booting kita akan dapat melihat layanan (service) apa saja yang dijalankan dalam sistem Briker IPPBX kita. Setiap proses yang berhasil dilaksanakan ditandai dengan teks OK di bagian kanan layar.

1. Begitu sampai pada bagian untuk masuk ke dalam sistem (login), ketikkan “support” (tanpa tanda kutip) pada bagian User ID dan “Briker” (tanpa tanda kutip) pada bagian Password. Keduanya merupakan User ID dan password bawaan bagi administrator sistem Briker IPPBX. Ingat, prinsip case-senssitive (pembedaan antara huruf besar dan huruf kecil) berlaku dalam sistem Briker IPPBX yang berbasis Linux Debian. Jadi, mohon hati-hati dan cermat saat membuat atau mengisi User ID dan password. Ketika Anda mengetikkan password, karakter yang Anda ketikkan tidak akan ditampilkan. Hal ini bukan berarti layar atau sistem Anda yang rusak, melainkan semata-mata untuk alasan keamanan agar password Anda tidak bisa dilihat orang lain.

2. Jika Anda ingin meningkatkan keamanan dengan mengganti password administrator sistem Briker IPPBX, silakan ketikkan perintah passwd. Lalu, ketik password yang Anda inginkan. Sistem Linux akan menganalisis kekuatan password itu. Jika dinilai terlalu pendek, sistem akan meminta Anda memberikan password lain, minimal 6 karakter. Ketikkan lagi password sebagai konfirmasi, dan tekan Enter.

3. Server Briker IPPBX kita secara standar memiliki nomor IP 192.168.2.2. Hal ini belum tentu sesuai dengan jaringan lokal yang kita miliki. Untuk itu, kita perlu mengubahnya. Sebelumnya, jika Anda ingin melihat detail alamat server Briker IPPBX, silakan ketik perintah ifconfig.

4. Untuk mengubah pengalamatan server Briker IPPBX dalam jaringan lokal kita, ketik perintah nano /etc/network/interfaces. Kata “nano” berarti kita menggunakan editor teks nano untuk menyunting file konfigurasi jaringan. Selain nano, Anda juga dapat menggunakan editor teks vi atau mcedit. Setelah beres, simpan konfigurasi jaringan pada file tersebut dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + O, disusul dengan menekan tombol Enter. Setelah itu, keluarlah dari editor teks nano dengan menekan tombol Ctrl + X.

Administrasi Sistem Briker IPPBX

Konfigurasi dasar pada sistem dan jaringan telah selesai. Kini, kita akan melakukan proses administrasi pada sentral telepon atau PBX server VoIP kita ini. Berpindahlah ke komputer lain yang terhubung ke server Briker IPPBX, kita akan melakukan administrasi akun (account) pengguna atau client lewat browser web.

1. Pada komputer tersebut, jalankan browser web, lalu ketikkan alamat nomor IP server Briker IPPBX dan tekan Enter. Anda akan diarahkan ke halaman login administrator. Pada bagian User name, ketik administrator, sedangkan pada bagian password isi dengan password administrator (root) Briker IPPBX Anda. Jika password administrator tidak Anda ganti, isi dengan Briker. Klik tombol Login.

2. Halaman selamat datang akan ditampilkan. Di dalamnya kita dapat menyimak detail tentang rilis sistem Briker IPPBX, para developernya, serta alamat kontaknya.

3. Langsung saja kita membuat beberapa nomor ekstensi untuk pengguna (client). Klik teks IPPBX Administration, lalu klik menu Extension. Pada pilihan Device, pilih Generic SIP Drive, lalu tekan tombol Submit.

4. Ada banyak sekali isian pada bagian Add SIP Extension, namun yang bersifat wajib dan mendasar (mandatory) hanyalah bagian User Extension dan Secret. Bagian Display Name dapat Anda isi dengan identitas singkat pengguna. Untuk mencegah kebingungan, User Extension berperan sebagai User ID atau User name bagi pengguna dalam sistem Briker IPPBX. Sementara itu, Secret berperan sebagai password pengguna. Jika sudah selesai, tekan tombol Submit.

5. Terapkan pengaturan ekstensi yang baru kita lakukan dengan menekan tombol Apply Configuration Changes.

6. Akan ditampilkan kotak dialog Apply Configuration Changes. Arahkan pilihan ke Continue with Reload, lalu tekan tombol Enter.

7. Proses reload akan dilaksanakan. Tunggu sampai selesai.

8. Ekstensi-ekstensi yang sudah kita buat, akan terlihat lengkap dengan Display name-nya pada bagian kanan-atas layar administrasi.

Konfigurasi Softphone pada PC Client

Nah, bagian yang semula kita pikir sulit (dan ternyata tidak terlalu sulit) telah kita lalui. Kini, kita pasang “pesawat telepon” pada komputer client. Pesawat telepon ini berupa software yang sering disebut sebagai softphone. Pasang juga headphone yang dilengkapi dengan mikrofon pada komputer client untuk berkomunikasi lewat softphone.

Ada beragam softphone gratis. Bagi pengguna sistem operasi Windows, SJ-Phone keluaran SJ Labs dapat digunakan. Sementara itu, untuk pengguna Linux, Ekiga dapat dipilih sebagai alternatif. Dalam praktek kali ini, kami mengandaikan PC client menggunakan sistem operasi Windows, sehingga SJ Phone dipilih sebagai softphone.

1. Setelah diinstal, jalankan SJ Phone. Tekan tombol Options yang berupa ikon kunci pas dan palu.

2. Kotak dialog Options akan ditampilkan. Bukalah tab Profiles. Arahkan pilihan (sorot) pilihan PC to PC (SIP), lalu tekan tombol New.

3. Kotak dialog Create New Profile akan ditampilkan. Pada bagian Profile name, isi dengan nomor ekstensi pengguna yang akan berkomunikasi lewat komputer client ini. Pada bagian Profile Type, arahkan ke pilihan Call trough SIP Proxy. Tekan tombol OK.

4. Kotak dialog Profile Options akan ditampilkan. Bukalah tab SIP Proxy. Pada bagian Proxy Domain, isi dengan nomor IP server Briker IPPBX kita. Pada bagian Port, isi dengan port standar yang digunakan untuk komunikasi VoIP, yaitu 5060. Beri tanda check (centang) pada bagian Register with Proxy dan pada bagian Unregister contact address only. Setelah itu, tekan tombol OK.

5. Kotak dialog Service akan ditampilkan. Pada bagian Account, isi dengan nomor ekstensi pengguna yang hendak berkomunikasi dengan komputer client ini. Pada bagian Password, isi dengan Secret dari ekstensi pengguna tersebut. Jika sudah, tekan tombol OK.

6. Kotak dialog Options akan kembali ditampilkan. Di dalamnya sekarang kita lihat nomor ekstensi pengguna (client) yang menggunakan PC tersebut telah terdaftar dan statusnya adalah In Use. Tekan tombol OK.

7. Lihatlah pada bagian atas softphone SJ-Phone. Sekarang nomor ekstensi pengguna telah terdaftar, aktif, dan terhubung ke server Briker IPPBX kita.

8. Pengguna (client) dapat mengecek client lain yang sedang online dengan menekan tombol Neigborhood di bagian bawah softphone SJ Phone.

9. Ketika ada panggilan masuk dari client lain, maka akan tampil kotak dialog konfirmasi untuk menerima atau menolak panggilan tersebut. Tekan tombol Accept untuk menerima panggilan, lalu mulailah bercakap-cakap lewat headphone dan mikrofonnya.

10. Sebaliknya, jika Anda ingin menelepon client lain, ketik saja nomor ekstensinya, lalu tekan tombol Dial.

Silahkan Download SJphone disini... Selengkapnya...

Reset Password privileged Cisco Catalyst 2900 XL

Setelah sekian lama mencari dan mencoba akhirnya ketemu juga caranya....
Perlu diperhatikan bahwa alangkah baiknya untuk selalu melakukan backup terhadap konfigurasi router ataupun catalyst, karena ketika kita mereset konfigurasi sebelumnya akan hilang. Hal yang bisa dilakukan adalah

Step 1 .

Sambungkan kabel console terminal PC :

Buka program HyperTerminal dengan konfigurasi sbb :

9600 baud rate
No parity
8 data bits
1 stop bit
No flow control

Step 2 .

Matikan power switch

Tekan mode button pada sisi kiri catalyst hingga port 1x tidak berkelip.Akan muncul tampilan seperti ini :

The system has been interrupted prior to initializing the flash file system.The following commands will initialize the flash file system, and finish loading
the operating system software:

flash_init
load_helper
boot


Step 3 .

Lakukan secara berurutan :

Ketik flash_init

Ketik load_helper

Ketik dir flash:

Akan muncul tampilan :

Directory of flash:/

2 -rwx 1752139 Mar 01 1993 00:09:18 c2900XL-c3h2s-mz.120-5.4.WC.1.bin
3 -rwx 105970 Jul 18 2000 01:26:29 c2900XL-diag-mz-120.5.2-XU
4 drwx 10176 Mar 01 1993 00:10:50 html
165 -rwx 960 Mar 01 1993 17:33:30 vlan.dat
112 -rwx 272 Jan 01 1970 00:00:26 env_vars
166 -rwx 2534 Mar 01 1993 00:04:19 config.text

3612672 bytes total (464896 bytes free)

config.text adalah file configurasi sebelumnya yang tersimpan dalam flash dan akan diload oleh switch ketika startup.

Step 4 .

Ketik rename flash:config.text flash:config.old untuk merubah nama file configurasi yang ada sekarang menjadi config.old

Ketik boot untuk mem-booting system

Step 5 .

Switch kemudian akan memunculkan :

Continue with the configuration dialog? [yes/no] : N <—- isi dengan No

Step 6 .

Pada switch prompt ketik en untuk masuk ke enable mode.

Ketik rename flash:config.old flash:config.text untuk merubah file konfigurasi dengan nama yang asli (yaitu config.text)

Copy file konfigurasi ke memory:

Switch# copy flash:config.text system:running-config
Source filename [config.text]? (press enter)
Destination filename [running-config]? (press enter)

Step 7 .

switch#configure terminal
switch(config)#no enable secret
switch(config)#enable password Cisco <---(Cisco adalah password baru)
switch#(config)#^Z <----(control+z)



Step 8 .

Simpan dimemory konfigurasi yang ada

switch#write memory

Selamat Mencoba..... Selengkapnya...

NAT ( Network Address Translation)

Aktivitas
Network Address Translation (NAT) adalah sebuah router yang menggantikan fasilitas sumber dan (atau) alamat IP tujuan dari paket IP karena melewati jalur router. Hal ini paling sering digunakan untuk mengaktifkan beberapa host di jaringan pribadi untuk mengakses internet dengan menggunakan satu alamat IP publik.

Spesifikasi
Paket yang diperlukan: sistem
Lisensi yang diperlukan: level1 (jumlah terbatas pada aturan 1), Level3
Standar dan teknologi: IP, RFC1631, RFC2663
Penggunaan hardware: increase with the count of rules


NAT ada 2 jenis yaitu:
1. Sumber(source) NAT atau srcnat. Jenis NAT dilakukan pada paket yang berasal dari natted jaringan. Router A NAT akan mengganti sumber alamat IP dari sebuah paket dengan alamat IP baru publik karena perjalanan melalui router. A setiap operasi diterapkan ke paket balasan dalam arah lainnya.
2. Tujuan(destination) NAT atau dstnat. Jenis ini dilakukan pada paket yang ditujukan ke natted jaringan. Hal ini umumnya digunakan untuk membuat host di jaringan pribadi untuk dapat diakses dari Internet. router A NAT melakukan dstnat menggantikan alamat IP tujuan dari sebuah paket IP karena perjalanan melalui router terhadap jaringan pribadi.

NAT Drawbacks(menarik mundur)
Host di balik NAT- enabled router tidak benar end-to-end connectivity. Ada beberapa protokol internet mungkin tidak bekerja dengan skenario NAT. Pelayanan yang membutuhkan inisiasi dari koneksi TCP dari dalam atau luar jaringan status protokol seperti UDP, dapat terganggu. Terlebih lagi, beberapa protokol yang tetap bertentangan dengan NAT,

Redirect dan Masquerade
Redirect dan masquerade adalah bentuk khusus tujuan NAT dan sumber NAT, masing-masing. Redirect adalah diutamakan dengan ke tujuan NAT biasa dengan cara yang sama seperti yang masquerade diutamakan ke sumber masquerade NAT adalah bentuk khusus sumber NAT tanpa perlu menentukan ke alamat - alamat keluar antarmuka yang digunakan secara otomatis. Yang sama adalah redirect - ia adalah satu bentuk tujuan NAT ke mana-alamat yang tidak digunakan - masuk antarmuka digunakan sebagai ganti alamat. Perlu diketahui bahwa to-port adalah makna penuh untuk redirect aturan – ini adalah port layanan pada router yag akan menangani permintaannya (contoh:webproxy)

Ketika paketnya adalah dst-natted (tidak perduli - action=nat atau action=redirect), dst alamat berubah. Informasi tentang terjemahan alamat (termasuk alamat asli dst) disimpan dalam tabel router internal. Transparan proxy web bekerja pada router (bila permintaan mendapatkan web redirect ke port proxy pada router) dapat mengakses informasi ini dari table internal dan mendapatkan alamat web server dari alamat IP header (dst karena alamat IP dari paket yang sebelumnya adalah alamat web server telah berubah ke alamat server proxy). Mulai dari HTTP/1.1 ada khusus di header permintaan HTTP yang berisi alamat web server, jadi server proxy dapat menggunakannya, dst, bukan alamat IP paket, jika tidak ada semacam header (HTTP versi lama pada klien), proxy server dapat tidak menentukan alamat web server dan karena itu tidak dapat bekerja.

Ini berarti, adalah mustahil untuk benar transparan reditrect dari lalu lintas HTTP ke beberapa router lainnya box transparan-proxy. Hanya dengan cara yang benar adalah dengan menambahkan transparan proxy di router itu sendiri, dan konfigurasikan agar Anda "real" proxy adalah orang parent-proxy. Dalam situasi ini Anda "real" proxy tidak harus transparan lagi, sebagai proxy pada router akan transparan dan akan meneruskan permintaan proxy-style (menurut standar; permintaan ini mencakup semua informasi yang diperlukan tentang web server) to "real" proxy.

Keterangan Properti
action (accept | add-dst-to-address-list | add-src-to-address-list | dst-nat | jump | log | masquerade |
netmap | passthrough | redirect | return | same | src-nat; default: accept) - untuk melakukan tindakan jika paket sesuai dengan aturan

• accept - menerima paket. Tidak ada tindakan yang diambil, yaitu paket yang lulus dan tidak lagi melalui aturan-aturan yang diterapkan
• add-dst-to-address-list - menambahkan tujuan dari sebuah alamat IP paket ke alamat yang ditentukan daftar oleh daftar alamat-parameter
• add-src-to-address-list - menambahkan sumber alamat IP dari sebuah paket ke alamat yang ditentukan oleh daftar daftar alamat-parameter
• dst-nat - menggantikan alamat tujuan dari sebuah paket ke IP ditentukan oleh nilai-nilai to-address dan parameter ke-port
• jump - melompat ke rantai yang ditentukan oleh nilai yang melompat-sasaran parameter
• log - masing-masing sesuai dengan tindakan ini akan menambah sebuah pesan masuk ke sistem
• masquerade - menggantikan sumber alamat IP secara otomatis ke salah satu paket ditentukan oleh fasilitas routing alamat IP
• netmap - membuat statis 1:1 pemetaan sekumpulan alamat IP yang lain. Sering digunakan untuk mendistribusikan publik host ke alamat IP pribadi pada jaringan
• passthrough - mengabaikan aturan ini pergi ke yang berikutnya atau berlanjut ke rules yg berada dibawahnya
• redirect - tujuan menggantikan alamat IP dari sebuah paket ke salah satu router lokal alamat
• return - melewati kontrol kembali ke tempat dari rantai melompat terjadi
• same - memberikan tertentu klien yang sama sumber / tujuan dari alamat IP yang disediakan untuk berbagai masing-masing sambungan. Hal ini paling sering digunakan untuk layanan yang mengharapkan klien alamat yang sama untuk beberapa sambungan dari klien yang sama
• src-nat - menggantikan sumber alamat IP dari sebuah paket ke ditentukan oleh nilai-nilai ke-alamat dan parameter ke-port

addres-list (name) - menetapkan nama untuk mengumpulkan daftar alamat alamat IP dari aturan yang action = add-dst-to-address-list atau action = add-src-to-address-list tindakan. Daftar alamat inikemudian digunakan untuk paket yang cocok

address-list-timeout (time; standar: 00:00:00) - interval waktu setelah alamat yang akan
dihapus dari daftar alamat-alamat yang ditentukan oleh daftar parameter. Digunakan bersama-sama dengan
tambah-dst-to-address-list-src atau menambahkan ke daftar alamat-tindakan
• 00:00:00 - meninggalkan alamat di daftar alamat selamanya

chain (dstnat | srcnatname) - menentukan rantai untuk meletakkan aturan tertentu ke dalam. Karena lalu lintas yang berbeda dimasukan melalui berbagai rantai, selalu berhati-hati dalam memilih yang tepat untuk rantai baru aturan. Jika input tidak sesuai dengan nama yang sudah ditetapkan rantai, rantai baru akan dibuat
• dstnat - aturan yang ditempatkan di rantai ini diterapkan sebelum routing. Aturan-aturan yang menggantikan tujuan alamat IP paket harus ditempatkan di sana
• srcnat - aturan yang ditempatkan di rantai ini akan diterapkan setelah routing. Aturan-aturan yang menggantikan sumber alamat IP paket harus ditempatkan di sana,

comment (teks) - Berikan komentar untuk memerintah. Komentar dapat digunakan untuk mengidentifikasi bentuk peraturan skrip

connection-byte (integerinteger) - sesuai paket yang diberikan hanya jika jumlah byte telah ditransfer melalui sambungan tertentu
• 0 - berarti infinity, exempli Gratia: sambungan-byte = 2000000-0 berarti jika sesuai aturan
lebih dari 2MB yang ditransfer melalui sambungan relevan

connection-limit (integernetmask) - membatasi jumlah koneksi per alamat atau alamat blok (cocok jika ditentukan jumlah sambungan telah ditetapkan)

connection-mark (name) - sesuai paket ditandai melalui fasilitas ngoyakkan dengan sambungan
menandai

connection-type (ftp | GRE | h323 | irc | mms | PPTP | quake3 | TFTP) - sesuai dari paket-paket yang terkait sambungan berdasarkan informasi dari pelacakan koneksi penolongpun. A relevan sambungan penolong harus diaktifkan di / ip firewall service-port

conten (teks) - teks harus berisi paket agar sesuai dengan aturan

dscp (integer: 0 .. 63) –DSCP (ex-KL) IP kepala bidang nilai

dst-address (alamat IP addressnetmaskIP addressIP) - menentukan rentang alamat IP adalah paket yg diperuntukkan untuk. Perlu diketahui bahwa konsol mengkonversi memasukkan alamat / netmask nilai jaringan ke alamat yang valid,
i.e.: 1.1.1.1/24 dikonvert ke 1.1.1.0/24

dst-address-list (name) - sesuai alamat tujuan dari paket yang ditetapkan pengguna terhadap daftar alamat dst-address-type (unicast | lokal | broadcast | multicast) - sesuai tujuan alamat jenis IP paket, salah satu:
• unicast - alamat IP yang digunakan untuk satu titik ke titik lainnya transmisi. Hanya ada satu
satu pengirim dan penerima dalam hal ini
• local - sesuai alamat yang ditugaskan ke router dari interface
• broadcast - IP paket akan dikirim dari satu titik ke semua titik dalam IP subnetwork
• multicast - jenis alamat IP yang bertanggung jawab untuk transmisi atau lebih dari satu poin ke satu set lainnya

dst-limit (integertimeintegerdst-address | dst-port | src-addresstime) - membatasi paket per detik
(pps) menilai pada tujuan per IP atau per port tujuan dasar. Yang bertentangan dengan batas cocok, setiap alamat IP tujuan / tujuan pelabuhan itu sendiri batas. Pilihannya adalah sebagai berikut (dalam urutan tampilan):
• count - maksimum rata-rata harga paket, diukur dalam paket per detik (pps), kecuali jika diikuti oleh waktu opsi
• time - menentukan interval waktu yang lebih dari paket menilai diukur
• burst - jumlah paket yang cocok dengan yang di burst
• modus - yang penggolong (-s) menilai paket untuk membatasi
• expire - Interval setelah menentukan alamat IP yang direkam / port akan dihapus

dst-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - tujuan nomor port atau range

fragmen (ya | tidak) - apakah paket adalah fragmen dari sebuah paket IP. Memulai paket (i.e., pertama fragmen) tidak dihitung. Catatan yang sambungan pelacakan diaktifkan, tidak akan ada fragmen karena sistem akan secara otomatis assembles setiap paket

hotspot (multiple choice: auth | from-client | http | lokal dst | to-client) - cocok paket diterima
dari klien terhadap berbagai kondisi Hotspot. Semua nilai-nilai dapat negated
• auth - benar, jika paket yang berasal dari authenticted HotSpotclient
• from-client - benar, jika paket yang datang dari klien Hotspot
• http - benar, jika Hotspot klien mengirimkan sebuah paket ke alamat dan port sebelumnya terdeteksi sebagai server proxy (proxy teknik Universal) atau jika tujuan port 80 dan transparan
proxying diaktifkan bagi klien
• local-dst - benar, jika paket memiliki tujuan lokal alamat IP
• to-client - benar, jika paket yang akan dikirim ke klien

ICMP-option (integerinteger) - cocok ICMP Jenis: Kode bidang

in-bridge-port (name) - interface sebenarnya paket telah dimasukkan melalui router (jika Bridged, ini kekayaan sesuai dengan sebenarnya jembatan pelabuhan, sedangkan di-interface jembatan itu sendiri)

in-interface (nama) - antarmuka paket yang telah dimasukkan melalui router (jika antarmuka adalah Bridged, maka akan muncul paket yang akan datang dari jembatan antarmuka sendiri)

ingress-priority (integer: 0 .. 63) - masuk (diterima) prioritas paket, jika diatur (0 lainnya).
Prioritas mungkin berasal dari salah satu atau VLAN WMM prioritas

IPv4-option (any | loose-source-routing | no-record-route | no-router-alert | no-source-routing |
no-timestamp | none | record-route | router-alert | strict-source-routing | timestamp) - match ipv4
header option
• any - paket cocok dengan setidaknya salah satu pilihan IPv4
• loose-source-routing - paket cocok dengan sumber loose routing pilihan. Pilihan ini digunakan untuk rute internet datagram berdasarkan informasi yang diberikan oleh sumber
• no- record-route - tidak cocok dengan paket dengan catatan rute pilihan. Pilihan ini digunakan untuk rute yang internet datagram berdasarkan informasi yang diberikan oleh sumber
• no-router-alert- tidak cocok dengan paket router mengubah pilihan
• no-source-routing - tidak cocok dengan paket sumber routing pilihan
• no- timestamp - tidak cocok dengan paket waktu opsi
• record-route - paket cocok dengan catatan rute pilihan
• router-alert - paket cocok dengan router mengubah pilihan
• strict-source-routing - paket cocok dengan ketat sumber routing pilihan
• timestamp sesuai dengan paket

jump-target (dstnat | srcnatname) - nama target untuk melompat ke rantai, jika action= jump

layer7-protokol (name) - Layer 7 menyaring nama sebagaimana ditetapkan dalam / ip firewall layer7-protokol menu. Perhatian: ini matcher kebutuhan daya tinggi computer

limit (integertimeinteger) - membatasi paket cocok untuk menilai suatu batas. Berguna untuk mengurangi jumlah dari log pesan
• count - maksimum rata-rata harga paket, diukur dalam paket per detik (pps), kecuali jika diikuti oleh waktu opsi
• time - menentukan interval waktu yang lebih dari paket menilai diukur
• burst - jumlah paket yang cocok dengan yang di burst

log-prefix (teks) - semua pesan log akan ditulis ke berisi awalan ditentukan di sini. Digunakan dalam bersama-sama dengan action =log

nth (integerinteger: 0 .. 15integer) - cocok Nth paket tertentu yang diterima oleh aturan. Satu dari 16 counter tersedia dapat digunakan untuk menghitung paket-paket
• every - cocok setiap tanggal 1 setiap paket. Misalnya, jika setiap = 1 maka setiap aturan yang cocok 2. paket
• counter - menentukan yang digunakan. A counter akan menambahkan setiap kali berisi aturan nth cocok cocok
• packet - cocok diberikan pada paket nomor. Nilai dengan jelas alasan harus antara 0
dan setiap. Jika opsi ini digunakan untuk suatu counter, maka harus ada sekurang-kurangnya setiap 1 peraturan dengan opsi ini, yang meliputi semua nilai antara 0 dan setiap inclusively.

out-bridge-port (name) - antarmuka yang sebenarnya adalah paket meninggalkan router melalui (jika Bridged, ini kekayaan sesuai dengan sebenarnya jembatan pelabuhan, sementara out-interface - jembatan itu sendiri)

out-interface (name) - interface adalah paket meninggalkan router melalui (jika antarmuka adalah Bridged, maka paket akan muncul untuk meninggalkan jembatan melalui antarmuka sendiri)

paket-mark (teks) - sesuai paket ditandai melalui fasilitas ngoyakkan dengan paket tandai paket-size (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - sesuai paket yang ditentukan atau ukuran berbagai ukuran dalam byte
• min - menetapkan batas yang lebih rendah dari berbagai ukuran atau berdasarkan nilai
• max - menetapkan batas atas dari berbagai ukuran

port (port) - jika ada yang cocok (sumber atau tujuan) port ditentukan sesuai dengan daftar port atau port rentang (dicatat bahwa protokol harus masih dapat dipilih, seperti biasa untuk src dan dst-port-port matchers) Protocol (ddp | EGP | encap | ggp | GRE | hmp | ICMP | idrp-cmtp | igmp | ipencap | ipip | ipsec-ah | ipsec-esp | iso-tp4 | ospf | pup | rdp | rspf | st | tcp | udp | vmtp | xns-IDP | xtpinteger) - cocok protokol IP tertentu ditentukan oleh protokol nama atau nomor. Anda harus menetapkan pengaturan ini jika Anda ingin menentukan port

PSD (integertimeintegerinteger) - berupaya untuk mendeteksi dan UDP TCP scans. Hal ini disarankan untuk menetapkan
menurunkan berat ke pelabuhan dengan angka tinggi untuk mengurangi frekuensi palsu positif, seperti dari pasif mode FTP transfer
• WeightThreshold - total berat terbaru TCP / UDP paket dengan tujuan pelabuhan
yang berasal dari host yang sama untuk diperlakukan sebagai port scan urutan
• DelayThreshold - menunda untuk paket dengan tujuan yang berbeda yang datang dari pelabuhan yang sama
tuan rumah harus dirawat sebaik mungkin port scan subsequence
• LowPortWeight - berat yang paket dengan privilege (<= 1024) tujuan pelabuhan • HighPortWeight - berat paket dengan non-priviliged tujuan pelabuhan random (integer) - sesuai dengan paket yang diberikan secara acak propability routing-mark (name) - sesuai paket ditandai dengan merusak fasilitas routing mark same-not-by-dst (yes | no) - untuk menentukan apakah account atau tidak untuk mencapai tujuan IP alamat yang baru ketika memilih sumber alamat IP untuk paket cocok dengan aturan oleh ation= sama src-address (alamat IP addressnetmaskIP addressIP) - menentukan rentang alamat IP adalah paket berasal dari. Perlu diketahui bahwa konsol mengkonversi memasukkan alamat / netmask nilai yang valid untuk jaringan alamat, yaitu: 1.1.1.1/24 dikonvert ke 1.1.1.0/24 src-address-list (nama) - sesuai alamat sumber dari paket terhadap pengguna ditetapkan daftar alamat src-address-type (unicast | lokal | broadcast | multicast) - sesuai jenis sumber alamat IP paket, salah satu: • unicast - alamat IP yang digunakan untuk satu titik ke titik lainnya transmisi. Hanya ada satu satu pengirim dan penerima dalam hal ini • local - sesuai alamat yang ditugaskan ke router dari interface • broadcast - IP paket akan dikirim dari satu titik ke semua titik dalam IP subnetwork • multicast - jenis alamat IP yang bertanggung jawab untuk transmisi atau lebih dari satu poin ke satu set lainnya Registred lainnya merek dagang dan merek dagang yang disebutkan di sini adalah properti dari masing-masing pemilik. • src-mac-address (MAC address) - sumber alamat MAC src-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - Nomor port sumber atau jangkauan • tcp-MSS (integer: 0 .. 65.535) - TCP MSS sesuai nilai IP paket • time (timetime sat | Jumat | thu | Rabu | Selasa | Senin | Minggu) - memungkinkan untuk membuat penyaring berdasarkan paket ' tiba waktu dan tanggal, atau untuk paket lokal yang dihasilkan, waktu dan tanggal keberangkatan • to-address (alamat addressIP; default: 0.0.0.0) - alamat atau kisaran alamat untuk menggantikan asli alamat IP dari sebuah paket dengan • to-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - port atau jangkauan port untuk menggantikan port asli dengan sebuah IP bersama paket


Source : www.forummikrotik.com

Selengkapnya...

NAT Aplikasi

Dasar konfigurasi NAT
- "hides/Menyembunyikan" private LAN "di belakang" satu alamat
- Memberikan IP Publik ke server lokal
- Membuat 1:1 pemetaan alamat pada jaringan

Contoh sumber NAT (Masquerading)
Jika kamu ingin "menyembunyikan 'pribadi LAN 192.168.0.0/24" di belakang "10.5.8.109 satu alamat yang diberikan oleh ISP, anda seharusnya menggunakan sumber jaringan alamat translation (masquerading) fitur dari Mikrotik router. Masquerading yang akan mengubah sumber alamat IP dan port dari paket adalah melalui itu.

Untuk menggunakan masquerading, sumber aturan NAT dengan tindakan masquerade"harus ditambahkan pada konfigurasi firewall:

/ ip firewall nat add chain = dstnat dst-address = 10.5.8.200 action = dst-nat \
to-addresses = 192.168.0.109

Semua koneksi keluar dari jaringan 192.168.0.0/24 akan memiliki sumber 10.5.8.109 alamat dari router dan sumber di atas port 1024. Tidak ada akses dari internet akan dibuat ke alamat local jika Anda ingin agar koneksi ke server pada jaringan lokal, Anda harus menggunakan tujuan Network AddressTranslation (NAT)

Contoh Tujuan NAT
Jika anda ingin link Publik 10.5.8.200 alamat IP lokal 192.168.0.109 satu, Anda harus menggunakan fitur terjemahan alamat tujuan dari Mikrotik router. Juga jika Anda ingin membolehkan lokal untuk berbicara dengan server di luar dengan IP Publik Anda harus sumber alamat translation, juga

Untuk antarmuka addPublic Ip:
/ ip address add address = 10.5.8.200/32 interface = Publik

Tambahkan aturan yang memungkinkan akses ke server internal dari jaringan eksternal:
/ ip firewall nat add chain = dstnat dst-address = 10.5.8.200 action = dst-nat \ to address = 192.168.0.109

Tambahkan aturan internal yang memungkinkan untuk berbicara dengan server router yang memiliki jaringan sumber 10.5.8.200 ke alamat:
/ ip firewall nat add chain = srcnat src-address = 192.168.0.109 action = src-nat \
ke-alamat = 10.5.8.200

Contoh 1:1 pemetaan
Jika anda ingin link Publick IP subnet 11.11.11.0/24 ke lokal 2.2.2.0/24 satu, Anda harus menggunakan alamat tujuan dan sumber terjemahan alamat terjemahan fitur dengan tindakan = netmap.
Contoh:
/ ip firewall nat add chain = dstnat dst-address = 11.11.11.1-11.11.11.254 \
action = netmap ke alamat =-2.2.2.1-2.2.2.254

/ ip firewall nat add chain = srcnat src-address = 2.2.2.1-2.2.2.254 \

action = netmap ke alamat =-11.11.11.1-11.11.11.254

Source : www.forummikrotik.com

Selengkapnya...

Membuat POE Sendiri

Siapkan "tools" berikut

1. Kabel LAN, bebas mau berapa meter/centi

2. Adaptor (Akang recomended dari AP-nya)

3. AP (Access Point) Apa aja terserah

4. Selotip Listrik (warna item)

5. Gunting

6. Crimping Tool (jika perlu)

7. Cutter

8. Jika untuk "Out Door" ambil plastik es atau sejenisnya!

Langkah-langkah :

1. Kabel LAN di belah sehingga ada 3 bagian, yang blm dipasang RJ-nya boleh pasang duluan boleh belakangan!!

2. Kupas selongsong RJ-45 lalu telanjangi kabel berikut ini :
(a). Yang ada Ujung RJ-45, Oren Putih, Oren, Hijau Putih, Hijau
(b). Yang Kabel tengah2, Kupas semua kabelnya

3. Potong kabel Adaptor sehingga ada 2 bagian :
(a). Yang menuju ke AP
(b). Yang menuju ke Colokan listrik (adaptor-nya)

4. Gabungkan kabel LAN sesuai berikut ini : (a). RJ-45 yang menuju ke AP
Hijau Putih --- Hijau Putih
Hijau -- Hijau
Oren Putih -- Oren Putih
Oren -- Oren


(b). RJ-45 yang menuju Switch
Hijau Putih --- Hijau Putih
Hijau -- Hijau
Oren Putih -- Oren Putih
Oren -- Oren
(c). Kabel Lan tengah2


Biru & Biru Putih (gandeng) -- Kabel Adaptor
Coklat & Coklat Putih (gandeng) -- Kabel Adaptor
Catatan : Untuk yang ini kabel adaptor jangan ketuker untuk yang buat AP yang ada colokan power ke AP!! Yang ke colokan listrik ya Adaptornya!!

5. Bungkus rapih dengan Selotip listrik, untuk Outdorr bungkus dengan plastik!

6. Siap di tes.......

7. Hasilnya ......



source : www.forummikrotik.com

Selengkapnya...

Apa Itu Vlan (Virtual Local Area Network)

PENGANTAR

Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga
saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang
ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya
berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri. Seiring dengan semakin
tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang
menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baik
dari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri.
Berlandaskan pada keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan
terus dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan memanfaatkan berbagai tekhnik
khususnya teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik
(antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN)
yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding
Local area Network (LAN).

PENGERTIAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik
seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara
virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan
membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat
segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada
lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini

Gambar Jaringan VLAN

vlan1.gif

BAGAIMANA VLAN BEKERJA

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua
informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)
di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan
port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang
digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi
suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.
atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software)
yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

TIPE TIPE VLAN

Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port
yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.

1. Berdasarkan Port

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh
VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2,
dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel:

Tabel port dan VLAN

Port 1 2 3 4
VLAN 2 2 1 2

Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus
berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.

2. Berdasarkan MAC Address

Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation
/komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC
address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu
bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.
Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi
sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin
harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki
ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.

Tabel MAC address dan VLAN

MAC address 132516617738 272389579355 536666337777 24444125556
VLAN 1 2 2 1

3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan
Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan, lihat tabel

Tabel Protokol dan VLAN

Protokol IP IPX
VLAN 1 2

4. Berdasarkan Alamat Subnet IP
Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi
suatu VLAN

Tabel IP Subnet dan VLAN

IP subnet 22.3.24 46.20.45
VLAN 1 2

Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak
mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan
VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya
di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih
tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding
menggunakan MAC addresses.

5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang
dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu
jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan
oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN

Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan
Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local
Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta
penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa
kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan
dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam
satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan
walaupun terpisah secara fisik. Atau lebih jelas lagi akan dapat kita
lihat perbedaan LAN dan VLAN pada gambar dibawah ini.

Gambar konfigurasi LAN

[hub]-[1]-[1]-[1] <– lan 1/di lantai 1
|
[x]–[hub]-[2]-[2]-[2] <– lan 2/di lantai 2
|
[hub]-[3]-[3]-[3] <– lan 3/di lantai 3

Gambar konfigurasi VLAN

vlan2.gif

Terlihat jelas VLAN telah merubah batasan fisik yang selama ini tidak dapat
diatasi oleh LAN. Keuntungan inilah yang diharapkan dapat memberikan
kemudahan-kemudahan baik secara teknis dan operasional.

PERBANDINGAN VLAN DAN LAN

A.Perbandingan Tingkat Keamanan

Penggunaan LAN telah memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan
dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin
berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama
(resource sharing atau disebut juga hardware sharing).10 LAN memungkinkan data
tersebar secara broadcast keseluruh jaringan, hal ini akan mengakibatkan mudahnya
pengguna yang tidak dikenal (unauthorized user) untuk dapat mengakses semua
bagian dari broadcast. Semakin besar broadcast, maka semakin besar akses yang
didapat, kecuali hub yang dipakai diberi fungsi kontrol keamanan.

VLAN yang merupakan hasil konfigurasi switch menyebabkan setiap port switch
diterapkan menjadi milik suatu VLAN. Oleh karena berada dalam satu segmen,
port-port yang bernaung dibawah suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung.
Sedangkan port-port yang berada di luar VLAN tersebut atau berada dalam
naungan VLAN lain, tidak dapat saling berkomunikasi langsung karena VLAN tidak
meneruskan broadcast.

VLAN yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan tambahan dalam
hal keamanan jaringan tidak menyediakan pembagian/penggunaan media/data
dalam suatu jaringan secara keseluruhan. Switch pada jaringan menciptakan
batas-batas yang hanya dapat digunakan oleh komputer yang termasuk dalam
VLAN tersebut. Hal ini mengakibatkan administrator dapat dengan mudah
mensegmentasi pengguna, terutama dalam hal penggunaan media/data yang
bersifat rahasia (sensitive information) kepada seluruh pengguna jaringan
yang tergabung secara fisik.

Keamanan yang diberikan oleh VLAN meskipun lebih baik dari LAN,belum menjamin
keamanan jaringan secara keseluruhan dan juga belum dapat dianggap cukup
untuk menanggulangi seluruh masalah keamanan .VLAN masih sangat memerlukan
berbagai tambahan untuk meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri seperti
firewall, pembatasan pengguna secara akses perindividu, intrusion detection,
pengendalian jumlah dan besarnya broadcast domain, enkripsi jaringan, dsb.

Dukungan Tingkat keamanan yang lebih baik dari LAN inilah yang dapat
dijadikan suatu nilai tambah dari penggunaan VLAN sebagai sistem jaringan.
Salah satu kelebihan yang diberikan oleh penggunaan VLAN adalah kontrol
administrasi secara terpusat, artinya aplikasi dari manajemen VLAN dapat
dikonfigurasikan, diatur dan diawasi secara terpusat, pengendalian broadcast
jaringan, rencana perpindahan, penambahan, perubahan dan pengaturan akses
khusus ke dalam jaringan serta mendapatkan media/data yang memiliki fungsi
penting dalam perencanaan dan administrasi di dalam grup tersebut semuanya
dapat dilakukan secara terpusat. Dengan adanya pengontrolan manajemen
secara terpusat maka administrator jaringan juga dapat mengelompokkan
grup-grup VLAN secara spesifik berdasarkan pengguna dan port dari switch
yang digunakan, mengatur tingkat keamanan, mengambil dan menyebar data
melewati jalur yang ada, mengkonfigurasi komunikasi yang melewati switch,
dan memonitor lalu lintas data serta penggunaan bandwidth dari VLAN saat
melalui tempat-tempat yang rawan di dalam jaringan.

B.Perbandingan Tingkat Efisiensi

Untuk dapat mengetahui perbandingan tingkat efisiensinya maka perlu di
ketahui kelebihan yang diberikan oleh VLAN itu sendiri diantaranya:

•Meningkatkan Performa Jaringan
LAN yang menggunakan hub dan repeater untuk menghubungkan peralatan
komputer satu dengan lain yang bekerja dilapisan physical memiliki
kelemahan, peralatan ini hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki
pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju. Peralatan ini juga
hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. Walaupun peralatan
dihubungkan ke port-port yang berlainan dari hub.

Protokol ethernet atau IEEE 802.3 (biasa digunakan pada LAN) menggunakan
mekanisme yang disebut Carrier Sense Multiple Accsess Collision Detection
(CSMA/CD) yaitu suatu cara dimana peralatan memeriksa jaringan terlebih
dahulu apakah ada pengiriman data oleh pihak lain. Jika tidak ada
pengiriman data oleh pihak lain yang dideteksi, baru pengiriman data dilakukan.
Bila terdapat dua data yang dikirimkan dalam waktu bersamaan,
maka terjadilah tabrakan (collision) data pada jaringan. Oleh sebab itu
jaringan ethernet dipakai hanya untuk transmisi half duplex, yaitu pada
suatu saat hanya dapat mengirim atau menerima saja.

Berbeda dari hub yang digunakan pada jaringan ethernet (LAN), switch yang
bekerja pada lapisan datalink memiliki keunggulan dimana setiap port
didalam switch memiliki domain collision sendiri-sendiri. Oleh sebab
itu sebab itu switch sering disebut juga multiport bridge. Switch
mempunyai tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port. Switch menciptakan jalur yang aman dari port pengirim dan
port penerima sehingga jika dua host sedang berkomunikasi lewat jalur
tersebut, mereka tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi jika satu port
sibuk, port-port lainnya tetap dapat berfungsi.

Switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan ke port dimana
pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan dengan penggunakan
jalur tersebut diatas. Persyaratan untuk dapat mengadakan hubungan
full-duplex adalah hanya satu komputer atau server saja yang dapat dihubungkan
ke satu port dari switch. Komputer tersebut harus memiliki network card
yang mampu mengadakan hubungan full-duflex, serta collision detection
dan loopback harus disable.

Switch pula yang memungkinkan terjadinya segmentasi pada jaringan atau
dengan kata lain switch-lah yang membentuk VLAN.Dengan adanya segmentasi
yang membatasi jalur broadcast akan mengakibatkan suatu VLAN tidak dapat
menerima dan mengirimkan jalur broadcast ke VLAN lainnya. Hal ini secara
nyata akan mengurangi penggunaan jalur broadcast secara keseluruhan,
mengurangi penggunaan bandwidth bagi pengguna, mengurangi kemungkinan
terjadinya broadcast storms (badai siaran) yang dapat menyebabkan
kemacetan total di jaringan komputer.

Administrator jaringan dapat dengan mudah mengontrol ukuran dari jalur
broadcast dengan cara mengurangi besarnya broadcast secara keseluruhan,
membatasi jumlah port switch yang digunakan dalam satu VLAN serta jumlah
pengguna yang tergabung dalam suatu VLAN.

•Terlepas dari Topologi Secara Fisik

Jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai
dan gedung yang berlainan, serta dengan para personel yang juga tersebar
di berbagai tempat, maka akan lebih sulit bagi administrator jaringan
yang menggunakan sistem LAN untuk mengaturnya, dikarenakan akan banyak
sekali diperlukan peralatan untuk menghubungkannya. Belum lagi apabila
terjadi perubahan stuktur organisasi yang artinya akan terjadi banyak
perubahan letak personil akibat hal tersebut.

Permasalahan juga timbul dengan jaringan yang penggunanya tersebar di
berbagai tempat artinya tidak terletak dalam satu lokasi tertentu secara
fisik. LAN yang dapat didefinisikan sebagai network atau jaringan sejumlah
sistem komputer yang lokasinya terbatas secara fisik, misalnya dalam satu
gedung, satu komplek, dan bahkan ada yang menentukan LAN berdasarkan jaraknya
sangat sulit untuk dapat mengatasi masalah ini.

Sedangkan VLAN yang memberikan kebebasan terhadap batasan lokasi secara
fisik dengan mengijinkan workgroup yang terpisah lokasinya atau berlainan
gedung, atau tersebar untuk dapat terhubung secara logik ke jaringan
meskipun hanya satu pengguna. Jika infrastuktur secara fisik telah
terinstalasi, maka hal ini tidak menjadi masalah untuk menambah port
bagi VLAN yang baru jika organisasi atau departemen diperluas dan tiap
bagian dipindah. Hal ini memberikan kemudahan dalam hal pemindahan personel,
dan tidak terlalu sulit untuk memindahkan pralatan yang ada
serta konfigurasinya dari satu tempat ke tempat lain.Untuk para pengguna
yang terletak berlainan lokasi maka administrator jaringan hanya perlu
menkofigurasikannya saja dalam satu port yang tergabung dalam satu VLAN
yang dialokasikan untuk bagiannya sehingga pengguna tersebut dapat bekerja
dalam bidangnya tanpa memikirkan apakah ia harus dalam ruangan yang sama
dengan rekan-rekannya.

Hal ini juga mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membangun suatu
jaringan baru apabila terjadi restrukturisasi pada suatu perusahaan,
karena pada LAN semakin banyak terjadi perpindahan makin banyak pula
kebutuhan akan pengkabelan ulang, hampir keseluruhan perpindahan dan
perubahan membutuhkan konfigurasi ulang hub dan router.

VLAN memberikan mekanisme secara efektif untuk mengontrol perubahan ini
serta mengurangi banyak biaya untuk kebutuhan akan mengkonfigurasi ulang
hub dan router. Pengguna VLAN dapat tetap berbagi dalam satu network
address yang sama apabila ia tetap terhubung dalam satu swith port yang
sama meskipun tidak dalam satu lokasi. Permasalahan dalam hal perubahan
lokasi dapat diselesaikan dengan membuat komputer pengguna tergabung
kedalam port pada VLAN tersebut dan mengkonfigurasikan switch pada VLAN
tersebut.

•Mengembangkan Manajemen Jaringan

VLAN memberikan kemudahan, fleksibilitas, serta sedikitnya biaya yang
dikeluarkan untuk membangunnya. VLAN membuat jaringan yang besar lebih
mudah untuk diatur manajemennya karena VLAN mampu untuk melakukan
konfigurasi secara terpusat terhadap peralatan yang ada pada lokasi
yang terpisah. Dengan kemampuan VLAN untuk melakukan konfigurasi
secara terpusat, maka sangat menguntungkan bagi pengembangan manajemen
jaringan.

Dengan keunggulan yang diberikan oleh VLAN maka ada baiknya bagi
setiap pengguna LAN untuk mulai beralih ke VLAN. VLAN yang merupakan
pengembangan dari teknologi LAN ini tidak terlalu banyak melakukan
perubahan, tetapi telah dapat memberikan berbagai tambahan pelayanan
pada teknologi jaringan.

Source : dedenthea.wordpress.com Selengkapnya...

Apa Itu Router

Mengapa perlu router

Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco, kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Juga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan saudara-saudaranya.

Contoh kasus:

Host X à 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x)

Host Y à 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)

Host Z à 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)

Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router !

Contoh kasus menggunakan subnetting

Host P à 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0

Host Q à 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0

Host R à 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0

Nah, ketika subnetting dipergunakan, maka dua host yang terhubung ke segmen jaringan yang sama dapat berkomunikasi hanya jika baik network id maupun subnetid-nya sesuai.Pada kasus di atas, P dan Q dapat berkomunikasi dengan langsung, R memiliki network id yang sama dengan P dan Q tetapi memiliki subnetidyang berbeda. Dengan demikian R tidak dapat berkomunikasi secara langsung dengan P dan Q. Bagaimana supaya R dapat berkomunikasi dengan P dan Q ? gunakan router !

Jadi fungsi router, secara mudah dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan

Dalam implementasinya, router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan network id yang berbeda. Contoh lainnya yang saat ini populer adalah ketika perusahaan anda akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsi mengalirkan paket data dari perusahaan anda ke lembaga lain melalui internet, sudah barang tentu nomor jaringan anda akan bereda dengan perushaaan yang anda tuju.

Jika sekedar menghubungkan 2 buah jaringan, sebenarnya anda juga dapat menggunakan pc berbasis windows NT atau linux. Dengan memberikan 2 buah network card dan sedikit setting, sebenarnya anda telah membuat router praktis. Namun tentunya dengan segala keterbatasannya.

Di pasaran sangat beragam merek router, antara lain baynetworks, 3com dan cisco. Modul kursus kita kali ini akan membahas khusus cisco. Mengapa ? karena cisco merupakan router yang banyak dipakai dan banyak dijadikan standar bagi produk lainnya.

Lebih jauh tentang routing

Data-data dari device yang terhubung ke Internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data; Internet Protocol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram langsung disampaikan kepada device tujuan tersebut. Jika ternyata alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringan yang sama, datagram disampaikan kepada router yang paling tepat (the best available router).

IP Router (biasa disebut router saja) adalah device yang melakukan fungsi meneruskan datagram IP pada lapisan jaringan. Router memiliki lebih dari satu antamuka jaringan (network interface) dan dapat meneruskan datagram dari satu antarmuka ke antarmuka yang lain. Untuk setiap datagram yang diterima, router memeriksa apakah datagram tersebut memang ditujukan ke dirinya. Jika ternyata ditujukan kepada router tersebut, datagram disampaikan ke lapisan transport.

Jika datagram tidak ditujukan kepada router tersebut, yang akan diperiksa adalah forwarding table yang dimilikinya untuk memutuskan ke mana seharusnya datagram tersebut ditujukan. Forwarding table adalah tabel yang terdiri dari pasangan alamat IP (alamat host atau alamat jaringan), alamat router berikut, dan antarmuka tempat keluar datagram.

Jika tidak menemukan sebuah baris pun dalam forwarding table yang sesuai dengan alamat tujuan, router akan memberikan pesan kepada pengirim bahwa alamat yang dimaksud tidak dapat dicapai. Kejadian ini dapat dianalogikan dengan pesan “kembali ke pengirim” pada pos biasa. Sebuah router juga dapat memberitahu bahwa dirinya bukan router terbaik ke suatu tujuan, dan menyarankan penggunaan router lain. Dengan ketiga fungsi yang terdapat pada router ini, host-host di Internet dapat saling terhubung.

Statik dan Dinamik

Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua: routing statik dan routing dinamik. Pada routing statik, entri-entri dalam forwarding table router diisi dan dihapus secara manual, sedangkan pada routing dinamik perubahan dilakukan melalui protokol routing. Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.

Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah; hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar. Apalagi jika Anda ditugaskan untuk mengisi entri-entri di seluruh router di Internet yang jumlahnya banyak sekali dan terus bertambah setiap hari. Tentu repot sekali!

Routing dinamik adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.

Interior Routing Protocol

Pada awal 1980-an Internet terbatas pada ARPANET, Satnet (perluasan ARPANET yang menggunakan satelit), dan beberapa jaringan lokal yang terhubung lewat gateway. Dalam perkembangannya, Internet memerlukan struktur yang bersifat hirarkis untuk mengantisipasi jaringan yang telah menjadi besar. Internet kemudian dipecah menjadi beberapa autonomous system (AS) dan saat ini Internet terdiri dari ribuan AS. Setiap AS memiliki mekanisme pertukaran dan pengumpulan informasi routing sendiri.

Protokol yang digunakan untuk bertukar informasi routing dalam AS digolongkan sebagai interior routing protocol (IRP). Hasil pengumpulan informasi routing ini kemudian disampaikan kepada AS lain dalam bentuk reachability information. Reachability information yang dikeluarkan oleh sebuah AS berisi informasi mengenai jaringan-jaringan yang dapat dicapai melalui AS tersebut dan menjadi indikator terhubungnya AS ke Internet. Penyampaian reachability information antar-AS dilakukan menggunakan protokol yang digolongkan sebagai exterior routing protocol (ERP).

IRP yang dijadikan standar di Internet sampai saat ini adalah Routing Information Protocol (RIP) dan Open Shortest Path First (OSPF). Di samping kedua protokol ini terdapat juga protokol routing yang bersifat proprietary tetapi banyak digunakan di Internet, yaitu Internet Gateway Routing Protocol (IGRP) dari Cisco System. Protokol IGRP kemudian diperluas menjadi Extended IGRP (EIGRP). Semua protokol routing di atas menggunakan metrik sebagai dasar untuk menentukan jalur terbaik yang dapat ditempuh oleh datagram. Metrik diasosiasikan dengan “biaya” yang terdapat pada setiap link, yang dapat berupa throughput (kecepatan data), delay, biaya sambungan, dan keandalan link.

I. Routing Information Protocol

RIP (akronim, dibaca sebagai rip) termasuk dalam protokol distance-vector, sebuah protokol yang sangat sederhana. Protokol distance-vector sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh R.E. Bellman, dan dideskripsikan dalam bentuk algoritma-terdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson.

Setiap router dengan protokol distance-vector ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada. Router kemudia mengirimkan informasi lokal tersebut dalam bentuk distance-vector ke semua link yang terhubung langsung dengannya. Router yang menerima informasi routing menghitung distance-vector, menambahkan distance-vector dengan metrik link tempat informasi tersebut diterima, dan memasukkannya ke dalam entri forwarding table jika dianggap merupakan jalur terbaik. Informasi routing setelah penambahan metrik kemudian dikirim lagi ke seluruh antarmuka router, dan ini dilakukan setiap selang waktu tertentu. Demikian seterusnya sehingga seluruh router di jaringan mengetahui topologi jaringan tersebut.

Protokol distance-vector memiliki kelemahan yang dapat terlihat apabila dalam jaringan ada link yang terputus. Dua kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi adalah efek bouncing dan menghitung-sampai-tak-hingga (counting to infinity). Efek bouncing dapat terjadi pada jaringan yang menggunakan metrik yang berbeda pada minimal sebuah link. Link yang putus dapat menyebabkan routing loop, sehingga datagram yang melewati link tertentu hanya berputar-putar di antara dua router (bouncing) sampai umur (time to live) datagram tersebut habis.

Menghitung-sampai-tak-hingga terjadi karena router terlambat menginformasikan bahwa suatu link terputus. Keterlambatan ini menyebabkan router harus mengirim dan menerima distance-vector serta menghitung metrik sampai batas maksimum metrik distance-vector tercapai. Link tersebut dinyatakan putus setelah distance-vector mencapai batas maksimum metrik. Pada saat menghitung metrik ini juga terjadi routing loop, bahkan untuk waktu yang lebih lama daripada apabila terjadi efek bouncing..

RIP tidak mengadopsi protokol distance-vector begitu saja, melainkan dengan melakukan beberapa penambahan pada algoritmanya agar routing loop yang terjadi dapat diminimalkan. Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. Prinsip yang digunakan split horizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram ke tujuan X melalui node B, maka bagi B tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A. Jadi, A tidak perlu memberitahu B bahwa X dapat dicapai B melalui A.

Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan routing loop terjadi.

RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 menggunakan metrik antara 1 dan 15, sedangkan 16 dianggap sebagai tak-hingga. Route dengan distance-vector 16 tidak dimasukkan ke dalam forwarding table. Batas metrik 16 ini mencegah waktu menghitung-sampai-tak-hingga yang terlalu lama. Paket-paket RIP secara normal dikirimkan setiap 30 detik atau lebih cepat jika terdapat triggered updates. Jika dalam 180 detik sebuah route tidak diperbarui, router menghapus entri route tersebut dari forwarding table. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. Router harus menganggap setiap route yang diterima memiliki subnet yang sama dengan subnet pada router itu. Dengan demikian, RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

RIP versi 2 (RIP-2 atau RIPv2) berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan atas RIP, yaitu dukungan untuk VLSM, menggunakan otentikasi, memberikan informasi hop berikut (next hop), dan multicast. Penambahan informasi subnet mask pada setiap route membuat router tidak harus mengasumsikan bahwa route tersebut memiliki subnet mask yang sama dengan subnet mask yang digunakan padanya.

RIP-2 juga menggunakan otentikasi agar dapat mengetahui informasi routing mana yang dapat dipercaya. Otentikasi diperlukan pada protokol routing untuk membuat protokol tersebut menjadi lebih aman. RIP-1 tidak menggunakan otentikasi sehingga orang dapat memberikan informasi routing palsu. Informasi hop berikut pada RIP-2 digunakan oleh router untuk menginformasikan sebuah route tetapi untuk mencapai route tersebut tidak melewati router yang memberi informasi, melainkan router yang lain. Pemakaian hop berikut biasanya di perbatasan antar-AS.

RIP-1 menggunakan alamat broadcast untuk mengirimkan informasi routing. Akibatnya, paket ini diterima oleh semua host yang berada dalam subnet tersebut dan menambah beban kerja host. RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224.0.0.9 sehingga tidak semua host perlu menerima dan memproses informasi routing. Hanya router-router yang menggunakan RIP-2 yang menerima informasi routing tersebut tanpa perlu mengganggu host-host lain dalam subnet.

RIP merupakan protokol routing yang sederhana, dan ini menjadi alasan mengapa RIP paling banyak diimplementasikan dalam jaringan. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan. Walaupun demikian, untuk jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak cukup. Dalam kondisi demikian, penghitungan routing dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama, dan menyebabkan terjadinya routing loop. Untuk jaringan seperti ini, sebagian besar spesialis jaringan komputer menggunakan protokol yang masuk dalam kelompok link-state

II. Open Shortest Path First (OSPF)

Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan, setiap router dalam jaringan memiliki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan topologi. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada menggunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP.

Prinsip link-state routing sangat sederhana. Sebagai pengganti menghitung route “terbaik” dengan cara terdistribusi, semua router mempunyai peta jaringan dan menghitung semua route yang terbaik dari peta ini. Peta jaringan tersebut disimpan dalam sebuah basis data dan setiap record dalam basis data tersebut menyatakan sebuah link dalam jaringan. Record-record tersebut dikirimkan oleh router yang terhubung langsung dengan masing-masing link.

Karena setiap router perlu memiliki peta jaringan yang menggambarkan kondisi terakhir topologi jaringan yang lengkap, setiap perubahan dalam jaringan harus diikuti oleh perubahan dalam basis data link-state yang terletak di setiap router. Perubahan status link yang dideteksi router akan mengubah basis data link-state router tersebut, kemudian router mengirimkan perubahan tersebut ke router-router lain.

Protokol yang digunakan untuk mengirimkan perubahan ini harus cepat dan dapat diandalkan. Ini dapat dicapai oleh protokol flooding. Dalam protokol flooding, pesan yang dikirim adalah perubahan dari basis data serta nomor urut pesan tersebut. Dengan hanya mengirimkan perubahan basis data, waktu yang diperlukan untuk pengiriman dan pemrosesan pesan tersebut lebih sedikit dibandingdengan mengirim seluruh isi basis data tersebut. Nomor urut pesan diperlukan untuk mengetahui apakah pesan yang diterima lebih baru daripada yang terdapat dalam basis data. Nomor urut ini berguna pada kasus link yang putus menjadi tersambung kembali.

Pada saat terdapat link putus dan jaringan menjadi terpisah, basis data kedua bagian jaringan tersebut menjadi berbeda. Ketika link yang putus tersebut hidup kembali, basis data di semua router harus disamakan. Basis data ini tidak akan kembali sama dengan mengirimkan satu pesan link-state saja. Proses penyamaan basis data pada router yang bertetangga disebut sebagai menghidupkan adjacency. Dua buah router bertetangga disebut sebagai adjacent bila basis data link-state keduanya telah sama. Dalam proses ini kedua router tersebut tidak saling bertukar basis data karena akan membutuhkan waktu yang lama.

Proses menghidupkan adjacency terdiri dari dua fasa.Fasa pertama, kedua router saling bertukar deskripsi basis data yang merupakan ringkasan dari basis data yang dimiliki setiap router. Setiap router kemudian membandingkan deskripsi basis data yang diterima dengan basis data yang dimilikinya. Pada fasa kedua, setiap router meminta tetangganya untuk mengirimkan record-record basis data yang berbeda, yaitu bila router tidak memiliki record tersebut, atau nomor urut record yang dimiliki lebih kecil daripada yang dikirimkan oleh deskripsi basis data. Setelah proses ini, router memperbarui beberapa record dan ini kemudian dikirimkan ke router-router lain melalui protokol flooding.

Protokol link-state lebih baik daripada protokol distance-vector disebabkan oleh beberapa hal: waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat, dan lebih penting lagi protokol ini tidak menghasilkan routing loop. Protokol ini mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus. Throughput, delay, biaya, dan keandalan adalah metrik-metrik yang umum digunakan dalam jaringan. Di samping itu protokol ini juga dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan. Misalkan router A memiliki dua buah jalur dengan metrik yang sama ke host B. Protokol dapat memasukkan kedua jalur tersebut ke dalam forwarding table sehingga router mampu membagi beban di antara kedua jalur tersebut.

Rancangan OSPF menggunakan protokol link-state dengan beberapa penambahan fungsi. Fungsi-fungsi yang ditambahkan antara lain mendukung jaringan multi-akses, seperti X.25 dan Ethernet, dan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.

Telah dijelaskan di atas bahwa setiap router dalam protokol link-state perlu membentuk adjacency dengan router tetangganya. Pada jaringan multi-akses, tetangga setiap router dapat lebih dari satu. Dalam situasi seperti ini, setiap router dalam jaringan perlu membentuk adjacency dengan semua router yang lain, dan ini tidak efisien. OSPF mengefisienkan adjacency ini dengan memperkenalkan konsep designated router dan designated router cadangan. Semua router hanya perlu adjacent dengan designated router tersebut, sehingga hanya designated router yang adjacent dengan semua router yang lain. Designated router cadangan akan mengambil alih fungsi designated router yang gagal berfungsi.

Langkah pertama dalam jaringan multi-akses adalah memilih designated router dan cadangannya. Pemilihan ini dimasukkan ke dalam protokol Hello, protokol dalam OSPF untuk mengetahui tetangga-tetangga router dalam setiap link. Setelah pemilihan, baru kemudian router-router membentuk adjacency dengan designated router dan cadangannya. Setiap terjadi perubahan jaringan, router mengirimkan pesan menggunakan protokol flooding ke designated router, dan designated router yang mengirimkan pesan tersebut ke router-router lain dalam link.

Designated router cadangan juga mendengarkan pesan-pesan yang dikirim ke designated router. Jika designated router gagal, cadangannya kemudian menjadi designated router yang baru serta dipilih designated router cadangan yang baru. Karena designated router yang baru telah adjacent dengan router-router lain, tidak perlu dilakukan lagi proses penyamaan basis data yang membutuhkan waktu yang lama tersebut.

Dalam jaringan yang besar tentu dibutuhkan basis data yang besar pula untuk menyimpan topologi jaringan. Ini mengarah kepada kebutuhan memori router yang lebih besar serta waktu perhitungan route yang lebih lama. Untuk mengantisipasi hal ini, OSPF menggunakan konsep area dan backbone. Jaringan dibagi menjadi beberapa area yang terhubung ke backbone. Setiap area dianggap sebagai jaringan tersendiri dan router-router di dalamnya hanya perlu memiliki peta topologi jaringan dalam area tersebut. Router-router yang terletak di perbatasan antar area hanya mengirimkan ringkasan dari link-link yang terdapat dalam area dan tidak mengirimkan topologi area satu ke area lain. Dengan demikian, perhitungan route menjadi lebih sederhana.

Kesederhanaan vs. Kemampuan

Kita sudah lihat sepintas bagaimana RIP dan OSPF bekerja. Setiap protokol routing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Protokol RIP sangat sederhana dan mudah diimplementasikan tetapi dapat menimbulkan routing loop. Protokol OSPF merupakan protokol yang lebih rumit dan lebih baik daripada RIP tetapi membutuhkan memori dan waktu CPU yang besar.

Di berbagai tempat juga terdapat yang menggunakan gabungan antara routing statik, RIP, RIP-v2, dan OSPF. Hasilnya di jaringan ini menunjukkan bahwa administrasi routing statik jauh lebih memakan waktu dibanding routing dinamik. Pengamatan pada protokol routing dinamik juga menunjukkan bahwa RIP menggunakan bandwidth yang lebih besar daripada OSPF dan semakin besar jaringan, bandwidth yang digunakan RIP bertambah lebih besar pula. Jadi, jika Anda sedang mendesain jaringan TCP/IP yang besar tentu OSPF merupakan pilihan protokol routing yang tepat

Sumber : http://trilogy.wordpress.com , ditulis Oleh : yerianto@yahoo.com

Selengkapnya...

Apa Itu VSAT or Teknologi Satelite ?

Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat cepat yang diimbangi dengan perubahan bisnis perusahaan, dimana saat ini setiap perusahaan atau institusi menggunakan suatu solusi IT contohnya saja penggunaan TI dalam bidang Komunikasi Data. Ada banyak perusahaan baik yang menjadikan IT sebagai senjata utama atau hanya sebagai tools menggunakan komunikasi data untuk mengintegrasikan sistem mereka dalam satu jaringan yang terpusat. Secara Garis besar teknologi Komunikasi data dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu komunikasi data berbasis Satelite, Wireless, dan Teresterial. Penjelasan berikut penulis mencoba untuk menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan dalam komunikasi data.


VSAT = Very Small Aperture Terminal

VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, sebuah terminal yang digunakan dalam komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast televisi. VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (out doors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan di dalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit, membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network. Agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain.

Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte.

Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap subframe adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. satelit komunikasi. Kinerja yang utama dari pada sistem satelit untuk aplikasi ini adalah Receive G/T, EIRP dan Linieritas Penguat Daya. Besarnya nilai G/T dan EIRP akan sangat menentukan sekali besarnya ukuran terminal VSAT, yang pada akhirnya menentukan nilai ekonomisnya. Namun penambahan EIRP dan G/T akan menyebabkan harga satelit menjadi naik. Oleh karena itu penentuan karakteristik payload transponder merupakan salah satu kunci sukses agar sistem multimedia dapat berjalan dengan baik.

Pada bagian selanjutnya kita akan membahas tentang kerakteristik dari pada payload transponder satelit yang merupakan inti dari pembahasan ini.Sistem satelit yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelit yang non regenerative yaitu hanya melakukan fungsi merelay tanpa ada pemrosesan sinyal baik itu modulasi dan demodulasi. Penggunaan sistem satelit regenaratif akan menyebabkan harga dari satelit ituakan naik dikarenakan teknologi yang dipergunakan untuk aplikasi di ruang angkasa belum banyak dipakai untuk mencapai nilai ekonomisnya.

Di Amerika pada awal 80-an muncul teknologi komunikasi satelit dengan antena kecil, yang mampu menghubungkan point to multipoint atau sebaliknya multipoint to point. Teknologi itu terkenal dengan sebutan VSAT (Very Small Aperture Terminal). VSAT masuk pertama ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculnya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan system komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Pemanfaatan VSAT di Indonesia termasuk yang pertama di Asia Tenggara, yang dipelopori olehperusahaan swasta nasional PT Citra Sari Makmur (CSM) dengan lisensi PT TELKOM. CSM mulai beroperasi awal 1990 dengan memanfaatkan satelit PALAPA. Saat ini selain CSM ada 3 operator VSAT swasta yaitu Lintasarta, Elektrindo Nusantara dan Rintis Sejahtera (Primacom). Pangsa pasar terbesar masih dikuasai CSM. Di luar itu masih ada 2 operator yang hanya melayani kalangan sendiri, Dwi Mitra (kelompok Garuda Indonesia) dan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika).

Keuntungan dengan VSAT

1. Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak,

2. Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global.

3. Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.

4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting

5. kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit,

6. Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar

7. jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100%

8. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.

9. harga relatif mahal karena menyewa dengan sebuah provider

Kerugian VSAT

  1. untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
  3. Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan Ku-Band. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
  4. Rawan sambaran petir gledek
  5. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun ground-segment biasa.
  6. Debu Meteroit,
  7. Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya. Bersambung …..

Source : http://www.goes.noaa.gov/, http://www.weather.gov/sat_tab.php?image=ir, http://www.lyngsat.com/

Artikel lengkapnya silahkan download disini...
Selengkapnya...